Kamis, 28 Juni 2007

INTELEKTUAL KAMPUS DALAM PERSPEKTIF ISLAM












I. PENDAHULUAN
Kampus merupakan institusi pendidikan tinggi memegang peran penting untuk menghasilkan individu-individu yang berkemampuan dan memiliki intelektualitas. Untuk bisa mencapai output sebagaimana tersebut tentu dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai sebagai penunjang primer maupun sekunder. Masyarakat menganggap kampus juga sebagai tempat bagi agent of change yang tentunya perubahan-perubahan yang diupayakan dari masyarakat kampus bisa memberikan kemaslahatan bagi masyarakat pada umumnya. Pemerintah terus-menerus juga mengupayakan pembaruan bagi model pendidikan di kampus agar menuju ke arah yang lebih baik.
Akan tetapi upaya tersebut masih belum membawa hasil sebagaimana yang diinginkan. Fakta yang ada menunjukkan masih tampak gambaran yang memprihatinkan atas lulusan kampus yang pada kenyataannya mereka menjadi beban masyarakat dan beban pemerintah. Slogan yang selalu didengungkan oleh kampus untuk mencetak kaum intelektual dan berkemampuan, tidak memperoleh hasil maksimal. Sebagian besar sarjana baru yang menganggur semakin menambah catatan buruk fenomena pendidikan saat ini.
Belum selesai masalah mandulnya kampus menghasilkan kaum intelektual yang berdaya guna, muncul masalah yang malah menjadi induk masalah. Model pendidikan “mandiri” yang dicanangkan oleh pemerintah pada beberapa perguruan tinggi negeri dengan bingkai swastanisasi dan dikemas dalam bentuk badan hukum pendidikan milik negara berpotensi menambah deretan masalah karena masyarakat kecil & lemah ekonominya tidak mampu mengakses kampus dan memperoleh pendidikan tinggi karena terhalang biaya.
Amanah UUD 1945 semakin jauh tercampakkan. Orientasi hasil yang diinginkan pada model pendidikan ini menciptakan tenaga yang siap diterima dan diserap oleh pasar tenaga kerja. Tampak jelas tidak ada penekanan pada perhatian meningkatkan intelektual anak didik, dan ini merupakan ciri dari model pendidikan kapitalis.


II. SAINS & TEKNOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM
Rasulullah Muhammad SAW diciptakan oleh Allah SWT dalam sebaik-baik penciptaan, dan demikian juga terhadap umat Muhammad. Wujud dari penciptaan terbaik itu pada diri Rasulullah Muhammad SAW terefleksi dalam sifat agungnya yaitu :
1. Shiddiq 3. Amanah
2. Fathonah 4. Tabligh
Salah satu dari keempat sifat tersebut, yaitu Fathonah menunjukkan arti bahwa Rasulullah mempunyai potensi cerdas meskipun beliau dikenal sebagai nabi yang umiy (buta huruf). Disinilah letak kecerdasan beliau dan patutlah kiranya umat Muhammad tersebut mengambil ibroh dari diri Rasulullah. Dalam Al-Qur’an telah disebutkan oleh Allah SWT ada teladan terbaik dan sempurna pada diri Rasulullan yang bisa diikuti oleh umat Muhammad. Dan memang Rasulullah sendiri semasa beliau berdakwah pada masyarakat Arab pada saat itu bisa ditinjau secara kritis terdapat transfer of knowledge yang sangat cemerlang. Diketahui secara bersama jazirah Arab sebelum Islam disampaikan oleh Rasulullah, benar-benar berada pada titik nadhir sebodoh-bodoh masyarakat sepanjang sejarah dunia. Ada yang mengatakan sebenarnya masyarakat Arab pada saat itu dikenal kepandaian dan kepiawaiannya di bidang sastra. Mu’amalat dalam perdagangan dikenal sangat ramai pula karena orang dari seluruh penjuru dunia datang di musim Haji untuk menawarkan barang dagangan. Akan tetapi tingkat kebodohan yang amat sangat bisa diketahui pada aktivitas transcendental, mereka menyekutukan Allah dengan berhala yang tidak mempunyai daya dan upaya mengatur kehidupan manusia. Dari latar belakang itulah, beberapa ahli siroh berpendapat diutusnya Rasulullah Muhammad di bumi Arab untuk mengentas masyarakatnya dari kebodohan.
Tentu hal ini tidak dilakukan dengan sembarang, pastilah membutuhkan metode yang cerdas dan bekal ilmu yang mendalam. Nampak kalau ada peran intelektual yang ada pada diri Rasulullah sehingga mampu mengubah masyarakat yang berperadaban rendah menjadi masyarakat yang berperadaban mulia baik di sisi Allah maupun di sisi manusia. Budaya dan kebiasaan berpikir yang mendalam dan cemerlang sebagai perwujudan intelektualitas pada diri Rasulullah ditularkan pada para sahabat dan masyarakat pada saat itu. Faktanya, masyarakat selalu diajak untuk memaknai penciptaan alam semesta untuk mengenal Dzat yang Maha Pencipta sebagai basis Aqidah.

Allah berfirman :
1. {Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha PemurahYang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya}QS. Al-‘Alaq (96) : 1-5
2. {…….Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.} QS. Az-Zumar (39) : 9
3. {Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan}.QS A;-Mujadalah (58) : 11)
Rasulullah bersabda :
1. طلب العلم فر يضة علي كل مسلم
( (HR. Ibnu Adi & Baihaqi dari Abbas RA, Atthobroni & Al Khatib dari Al Husain bin Ali
2. الطلب العلم ولو با لصين (HR. Ibnu Adi & Baihaqi dari Anas RA)

Sejak Rasulullah menerima wahyu yang pertama hingga menyampaikan kabar gembira ini kepada umat manusia memiliki hikmah bahwa islam telah menekankan pada umatnya jauh sebelum agama samawi maupun agama ‘ardhi lainnya untuk selalu berpikir mendalam tentang segala penciptaan Allah dan begitu tingginya menjunjung arti sebuah ilmu. Karena Allah sendiri menegaskan orang yang berilmu jelas perbedaannya dengan orang yang tak berilmu. Dan ada dorongan yang kuat kepada umat muslim untuk mencurahkan segala daya upaya yang dimilikinya dalam meraih ilmu setinggi-tingginya di berbagai belahan dunia demi kemaslahatan diri maupun manusia secara keseluruhan. Karena islam sendiri tidak hanya agama ritual akan tetapi lebih dari itu berupa ideologi yang diatasnya akan terpancar ilmu dan aturan.
Ilmu pengetahuan dan teknologi bisa dikatakan merupakan hasil pemikiran manusia dari obyek pengamatan maupun wujud peradaban suatu masyarakat. Pada hakekatnya, asal hukum ilmu pengetahuan dan teknologi itu bersifat mubah, namun akan terikat pada kaidah syara’ apabila iptek tersebut tidak menyimpang dari tuntunan ‘aqidah dan syari’ah. Oleh karena itu mempelajari segala macam ilmu pengetahuan dan teknologi bukan merupakan suatu penghalang, karena sekali lagi dalil-dalil yang menganjurkan menuntut ilmu pengetahua bersifat umum.
Rasulullah sendiri pernah mencontohkan untuk mengadopsi teknologi perang dari persia yang diusulkan oleh Salman Al-Farisi pada saat perang Khandaq berupa membangun parit mengelilingi kota madinah untuk mencegah laju tentara kafir Quraisy. Di lain riwayat, Rasulullah mengutus 2 orang sahabatnya ke negeri Yaman untuk mempelajari teknik pembuatan senjata yang mutakhir, terutama sejenis alat perang yang dinamakan dabbabah (sejenis tank saat itu yang terdiri dari kayu tebal berlapis kulit, dan tersusun atas roda-roda / sejenis kuda Troya). Sesuai dengan sabda Rasulullah :
{…kalian lebih tahu urusan duniamu}HR. Muslim. Asbabul wurud dari hadits ini adalah suatu hari seorang sahabat bertanya apa hukumnya penyerbukan korma, maka muncullah ucapan Rasulullah tersebut.
Contoh seperti ini bersifat mubah karena tidak menyalahi aqidah maupun syariah islam yang hanya berisi tentang teknik/alat. Maka bisa kita hukumi teknologi nuklir yang dikembangkan oleh negeri-negeri islam saat ini seperti Iran dan Pakistan dalam perspektif islam bersifat mubah jika tujuannya untuk kemaslahatan umat (berupa energi alternatif) bahkan secara afdoliyah bersifat fardhu kifayah dan sangat dianjurkan oleh islam apabila dipergunakan untuk melindungi kaum muslimin dan negeri kaum muslimin dari serangan kaum kafir. Sebagaimana dalam firman Allah :
{Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). } QS. (8) : 60.
Jadi menurut Al-Baghdadi bahwa tidak ada perbedaan tentang wajib mempelajari ilmu pengetahuan yang diperlukan oleh umat baik yang bersifat umum seperti ilmu kedokteran, teknik dan engineering, ilmu fisika, dan yang sejenisnya maupun ilmu yang berhubungan dengan pemikiran dan peradaban seperi ilmu bahasa, tafsir, hadits, dan sejenisnya. Bahkan dalam keadaan tertentu mempelajari ilmu itu bersifat dardu ‘ain selama tidak bertentangan dengan aqidah Islam. Apabila terdapat pengetahuan yang berdampak negatif, menyimpang dari aqidah dan dalam tataran lebih lanjut hingga memperlemah aqidah umat, maka jelas iptek tersebut bersifat haram.
Banyak contoh jika dikritisi akan dijumpai juga ada beberapa iptek yang tidak sesuai dengan aqidah bahkan memperlemah aqidah umat, seperti teori Darwin tentang asal-usul manusia, pembelokan tafsir Al-Qur’an semata-mata didasarkan pada hawa nafsu pada konsep yang dilahirkan oleh kaum liberal, maupun iptek yang terlahir dan berbasis pada ideologi kapitalis maupun komunis.
Sehingga hikmah yang ada dari penjelasan diatas menunjukkan peran pentingnya islam sebagai ideologi menghasilkan system kehidupan untuk menyaring, melindungi dan memberikan dorongan pada umatnya terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Islam membingkai pola pikir umat untuk terikat dengan hukum syara’ dalam menilai dan mengembangkan iptek. Islam sebagai ideologi tidak akan terwujud bila tidak ada institusi yang menegakkannya yaitu sebuah negara sebagai tiang dari ideologi tersebut.

III. BUKTI PERKEMBANGAN SAINS DAN TEKNOLOGI PADA MASA KEJAYAAN ISLAM
Rasulullah bersabda dalam hadits sebagai berikut :
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِي الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا...“ (أخرجه مسلم)
Dari Tsauban telah berkata, Rasulullah SAW bersabda sesungguhnya Allah telah membukakan bumi dimana aku bisa melihat sisi Timur dan sisi Baratnya, dan sungguh umatku (dengan segera) mendapati kekuasaan atas apa-apa yang dibukakakan bagiku darinya….”
Imam Al-Qurtuby memberikan makna hadits diatas adalah Allah telah menunjukkan pada Rasulullah luasnya bumi dari ujung timur hingga ujung barat yang kesemuanya itu disatukan dalam genggaman Rasulullah, dan kemudian Allah akan membukakan jalan dan pintu Bumi ini setahap demi setahap untuk umat Rasulullah Muhammad SAW hingga keseluruhan bisa dikuasai oleh umat Islam.
Uraian hadits beserta maknanya menunjukkan bahwa Allah menjanjikan pada kaum muslimin kekuasaan yang terbentang luas. Dan itu memang sudah terbukti sebagian. Semenjak Rasulullah Muhammad SAW wafat dan digantikan oleh para khalifah dimulai dari khulafaur rasyidin (empat orang utama), kekhilafan ummayyah, kekhilafahan abbasiyah dan hingga kekhilafahan utsmaniyah yang jika dihitung selama 13 abad lebih Islam memperoleh kejayaannya dan kekhilafahan-kekhilafahan tersebut wujud dari institusi Negara islam yang sekaligus Negara adidaya zaman itu menggusur peran Persia dan Roma.
Tiap masa dari kekhilafahan tersebut diatas meninggalkan banyak kegemilangan, kemakmuran dan kemajuan dunia. Lebih-lebih jika bicara mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bisa disimak sepanjang sejarah dunia, kegemilangan iptek berawal dari kekhilafahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad “Negeri 1001 Malam”. Selama masa pemerintahan Mansur dan Al-Maksum, banyak sekali kegiatan yang dilakukan untuk menyiapkan dan menerjemahkan berbagai macam hasil karya ilmiah. Semasa Khalifah Al-Mu’tashim sudah memprakarsai kajian ilmu kedokteran dengan menyediakan mayat orang utan untuk praktik bedah anatomi mamalia. Metode penelitian baik kuantitatif dan kualitatif jauh sudah dikenal pada masa ini. Semasa Khalifah Al-Ma’mun (786-833 M)lebih besar lagi perhatian yang diberikan. Perhatian negara sangat serius untuk memajukan penelitian-penelitian spektakuler dengan fasilitas yang diberikan berupa perpustakan, observatorium dan laboratorium akbar dalam 1 tempat terpadu dengan puluhan ribu kitab dan jutaan alat praktik di Bayt al-Hikmat (Baghdad dan Tadmor) dan Para ilmuwan islam yang
dikenal jaman itu sebagai berikut :

1. Ibnu Khurdadhbeh menentukan garis lintang dan garis bujur berbagai tempat didunia kaum muslimin
2. Syihab al-Din al-Qirafi seorang sarjana Ilmu Hukum Islam dan seorang hakim di Kairo menemukan 50 problem optik
3. Ibnu Yunus membuat Pandulum untuk mengukur waktu.
4. Ibnu Sina/Avicenna (Abu Ali Al-Hussain Ibn Abdullah Ibn Sina : 980-1037M)
Dikenal dengan sebutan Penghulu Orang Bijak. Sejak berusia 10 tahun sudah paham tata bahasa arab, sastra dan ilmu diniyah juga hafal Al-Qur’an. Ayahnya punya peran besar dalam mendorong beliau terus belajar dan mencarikan guru terbaik yaitu Al-Natili seorang pakar matematika untuk mengajarinya matematika hingga mumpuni kepakarannya. Berangkat dari kepakaran matematika, beliau melirik fisika, metafisika dan kedokteran. Saat usia 16 tahun, beliau sudah menguasai segala ilmu pengetahuan semasanya dan matang sebagai pakar fisika. Di usia 18 tahun sudah dikenal sebagai pakar kedokteran, beliau juga menghasilkan karya teknologi berupa thermometer udara, kertas, kompas, senjata, amunisi, asam anorganik, dan basa alkalin.
5. Abu al-Qosim Khalaf Ibn Abbas al-Zahrawi /Albucasis
Sebagai ilmuwan islam yang mengenalkan berbagai teknis kedokteran dan alat-alat bedah dari metal sebagai pengganti emas dan perak sebaik alat dan teknik bedah mutakhir saat ini. Banyak orang Eropa mengacu pada kitab-kitab Albucasis dalam menekuni ilmu bedah. Beliau juga telah mengklasifikasikan 325 jenis penyakit dengan keterangan mengenai symptom(gejala) dan cara pengobatannya serta penemu pertama penyakit haemofilia (darah beku)

6. Al-Battani/Albetinius (Abu Abdallah Mohammad ibn Jabir ibn Sinan Al-Battani)
Lahir tahun 850 M di Harran dikenal sebagai pakar astronomi dan pakar terkemuka di bidang Geometri. Prestasi yang dihasilkan berupa rumus sin, cos, tg misal b sin (A) = a sin (90-A), dan menemukan 489 bintang dan menghasilkan hitungan dalam setahun terdapat 365 hari, 5 jam, 48 menit. 24 detik dan musim), juga hitungan 54.5” per tahun untuk presisi equinoxes dan mendapati nilai 23 35’ untuk inclinasi ecliptic. Ia juga menemukan jarak terjauh matahari dengan bumi yang bisa memberi penjelasan the annular dan gerhana total matahari.
7. Al-khawarizmi (Abu Abdullah Mohammad ibn Musa Al-Khawarizmi : 780 – 850 M)
Dikenal sebagai pakar asli matematika dan astronomi dunia di awal zaman keemasan peradaban islam semasa Khalifah Al-Makmun. Lahir di kota Baghdad. Angka Nol ditemukan olehnya, dan orang Barat sangat berterimakasih dengan ditemukannya angka nol yang sangat membantu ditemukannya rumus-rumus matematika lebih lanjut. Kontribusi terbesar yang dihasilkannya terwujud dalam kitab Hisab Al-Jabr wa al-Muqubalah sebagai kitab mendasar ilmu matematika Aljabar. Selain itu dikenal ilmuwan besar pertama di bidang geografi yang dituliskan dalam kitabnya bernama Surat Al-Arsy. Bersama 69 ilmuwan muslim lainnya menyusun peta dunia dan sebagai peta pertama dunia.
8. Al-Biruni (Abu Raihan Mohammad ibn Ahmed Al-Biruni)
DIkenal sebagai pakar astronomi matematika legendaries, pakar filosofi geologi dan mineralogy yang terlahir di daerah yang sama dengan Al-Khawarizmi. Satu karya terbesarnya terhimpun di Kitab Ul-Hind (mengulas tuntas tentang Matematika) dan Qumud Al-Masud (tentang ensiklopedi astronomi)
9. Al Hajjaj Ibn Yusuf (Baghdad : 786-833) orang pertama yang menerjemahkan Euclid kedalam bahasa arab.
10. Abu Sa’id al-Darid al-Jurfani , seorang ahli astronomi dan matematika muslim menulis tentang wacana ilmu geometri
11. Abu Kamil, pakar yang meneruskan teorinya Al-Khawarizmi dengan menemukan rumus persamaan kuadrat. Mengadakan kajian khusus tentang pentagon dan decagon dengan perlakuan aljabar, juga mengkaji perkalian dan pembagian jumlah aljabar. Karyanya dipelajari dan banyak digunakan oleh al-Kharki dan Leodardo di Pisa.
12. Abu Wafa menghasilkan perkembangan trigonometri sekaligus menunjukkan generalitas teorema sinus terhadap segitiga cembung. Juga mengenalkan metode baru untuk menyusun tabel sinus, nilai sinus 300 sampai delapan angka decimal.
13. ‘Umar Ibn Ibrahim al-Khayyam
Sebagai penemu persamaan kubik dan pembagian persamaan matematika yang sangat menakjubkan. Pakar sastra dan astronomi terkemuka di jamannya.
14. Muhammad Ibn Musa penemu satuan ukur bola, pertemuan tiga sudut, penentuan dua rata-rata, bidang mekanika angkasa, atom, asal muasal bumi.
15. Ahmad (saudar dari Ibn Musa) meletakkan teori dasar mekanik. Yang masih saudara yaitu Hasan menghasilkan teori perbandingan geometris pada sebuah elips
16. Al-Razi (Abu Bakr Muhammad Al-razi)
Dikenal sebagai pakar fisika dan sekaligus kimia dengan sebutan Rahzes-nya Eropa. Terlahir di Teheran, sepanjang hidupnya telah menghasilkan 200 kitab terkemuka diantaranya tentang ilmu pengobatan alam. Beberapa kitabnya tersebut yang dikenal adalah Kitab Al-Mansur, Kitab Al-Hawi, dan Kitab Al-Asrar. Kimia sulfur dan aquavitae merupakan hasil temuannya.
17. Hasan Al-Marakashi, pakar geometri, matematika dan instrument maupun metode astronomi.
18. Abul Abbas Ahmad Ibn Muhammad, menghasilkan 74 karya kitab seputar matematika dan astronomi. Salah satu kitabnya Al-Takhlis anil Hisab. Buku ini dikagumi oleh Ibn Al-Khaldun.
19. Jabir Ibn Hayyan (Geber)
Dikenal sebagai bapak kimia modern, beliau membuat laboratorium sebdiri di Kufa pada tahun 776 M dan telah menghasilkan beberapa temuan compound dan banyak karya kitab yang dihasilkan. Ada 3 kitab yang sampai saat ini masih dijadikan rujukan dasar yaitu kitab Al-Rahmah, Kitab Al-Tajmi, dan Kitab Al-Zibaq al-Sharqi. Beliau berhasil menyempurnakan penemuan metode evaporasi, sublimasi, melting, dan kristalisasi.
20. Daud Ibn ‘Umar Al-Antaki (David of Antioch)
Terlahir di Antioch (Syiria) dalam kondisi cacat akan tetapi menjadikannya sebagai pakar farmasi terkemuka di abad 11 M dan menguasai banyak bahasa asing disamping bahasa Arab. Sepanjang hidupnya didedikasikan melakukan perjalanan ke Turki, Syam dan Mesir untuk mencari ilmu pengetahuan. Petualangannya berakhir di Mesir sebagai farmasi senior. Beliau juga menghasilkan sejumlah buku medis dan paling terkenal adalah kitab Tadzkiroh atau Memorandum Book yang hingga sampai saat ini masih bisa dijumpai cetakan aslinya di Mesir. Buku tersebut berisi tentang 3000 jenis tumbuh-tumbuhan dengan healing powers.
21. Ibn Al-Khaldun
Merupakan sejarawan dan sosiolog terkemuka sepanjang sejarah. Terlahir di tahun 1332 di Tunisia lantas sempat bermigrasi ke Spanyol meski kembali lagi ke Tunisia. Karya akbarnya adalah Kitab Al-Ibar yang acapkali disebut Muqoddimah. Kitab ini merupakan kitab yang paling berpengaruh isinya berupa penjelasan pola penulisan dan prilaku sejarah dunia.
22. Al-Kindi (Ya’qub ibn Ishaq al-Qindi)
Merupakan perintis terbesar ilmu filosofi pertama dunia dari Arab. Lahir di Kufa, dan telah menghasilkan 273 karya kitab dengan berbagai bahasan ilmu. Sepanjang hidupnya dihabiskan untuk mengkaji dan menerjemahkan karya filosof Latin. Tidak sekedar pakar di ilmu filsafat, tapi juga di matematika, musik dan geografi
23. Abul Walid Muhammad Ibnu Rusyd (Averroes : 1128 - 1198)
Dikenal sebagai rajanya filsafat ilmu dan penguasaan terhadap ilmu kedokteran. Lahir di kota Cordova, Spanyol. Terdapat 87 buku yang sampai saat ini dipergunakan sebagai banyak referensi ilmuwan Eropa. Kitab terkenalnya adalah Fas al-Maqal (the decisive treatise), Al-Kashf ‘an Manahij al-Adillah (The Exposition of the Methods of Proof) dan Tahafut al-Tahafut (The Incoherence of Incoherence). Ada 3 metode dasar ilmu pengetahuan yang menjadi temuannya yaitu Al-Burhan (Metode demonstrasi logika) merupakan metode paling tinggi, Jadal (dialektikal) sebagai metode keberagamaan, dan Khatabah (seni retorika, sophistry, dan persuasi).
24. Al Farabi
Dikenal kontribusi besarnya bagi dunia dibidang ilmu logika (mantiq), etika, politik, matematika, kimia, dan bahkan musik. Bagi ilmuwan Eropa, beliau mendapat sebutan Guru. Kitab terkenalnya adalah Al-Musiq al Kabir (Teori Akbar tentang Musik) mendalami musik dengan basis matematika. Selain itu kitab Risalah fi Ara Ahl al-Madina al-Fadilah (sebagai kitab filsafat politik didasarkan pada analog anatomi tubuh manusia).
25. AL-IDRISI ( Abu Abdullah Mohammed Ibn al-Sharif al-Idrisi : 1099-1166M )
Kontribusi beliau dalam penelitian terkenal menghasilkan temuan berupa globe pertama bahwa dunia ini terbagi atas 7 iklim, lalu lintas perdagangan, teluk, sungai, pelabuhan, bukit, lembah dan pegunungan beserta perhitungan jarak dan ketinggian suatu tempat dengan tepat. Kitab populernya adalah Nuzhah fi Ishtiraq al-Afaq berisi tentang penjelajahan bumi dengan menghasilkan ilmu geografi dan peta benua Eropa, Afrika dan Asia. Juga berisi tentang sosiologi yang meliputi struktur masyarakat, budaya, kerajaan, cuaca Negara dengan perhitungan akurat atas lintang dan bujur bumi. Orang eropa pertama yang membuktikan petanya adalah Christoper Columbus
26. Laksmana Cheng Ho (1405 – 1433)
Orang muslim pertama dari Cina yang berhasil menaklukkan dunia melalui penjelajahan laut dengan 7 ekspedisi pelayaran ke Laut Hindia hingga Laut Pasifik Barat dari Benua Asia hingga Afrika dengan mengunjungi 30 negara. Beliau berhasil mendahului Vasco da Gama maupun Christoper Columbus. Dalam manuskrip sejarah Cina dinyatakan bahwa beliau lah yang pertama menemukan benua Amerika sebelum Christoper Columbus. Dari hasil penjelajahannya dihasilkan ilmu geografi dan pelayaran (navigasi).
27. Al-Jazari à dalam kitab karyanya Kitab fi Ma’rifat Al-Hiyal Al Handasiya (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices) merupakan dasar revolusi industri eropa yaitu teknologi produksi dari tangan (tradisional) ke teknologi mesin. Beliau menjelaskan 50 peralatan mekanis dalam 6 kategori yaitu jam air, alat pembasuh kain (mesin wadu), roda pengangkut air, dll. Eropa pertama kali mengenal teknologi ini dari Syiria dan Kekhilafahan Islam di Andalusia.
28. Ibn Baithar (Abdullah Ibn Ahmad Al-Maliqi Al-Nabati : 1197 – 1248M) à lahir di Benalmadena, Malaga – Spanyol dengan temuan terbesarnya dibukukan dalam kitab Al Jami’ fil Adawiyah al Mafradah berisi tentang ensiklopedi tanaman obat mengandung cara pengobatan dan disusun mengikuti urutan abjad. Selain itu dari beliau dihasilkan klasifikasi 200 jenis tumbuhan yang sebelumnya tidak dikenal.
29. Ibnu Al-Nafis à merupakan ilmuwan pertama muslim yang menemukan teori system peredaran darah dalam tubuh manusia jauh sebelum Sir William Harvey yang hidup 300 tahun sesudahnya.

Sebenarnya masih banyak lagi ilmuwan islam baik abad pertengahan maupun abad modern yang tidak cukup untuk dijelaskan dalam makalah ini. Contoh-contoh ilmuwan diatas merupakan bukti bahwa islam tidak sekedar sebagai agama ruhiyah namun sebagai ideologi juga meletakkan dasar untuk ilmu pengetahuan melalui. Kesemua ilmuwan tersebut mengawali penelitian dan penemuannya selalu didasarkan informasi yang disandarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Karena Allah SWT sendiri menunjukkan tanda-tanda kebesarannya tidak hanya pada ayat qouliyah akan tetapi juga pada ayat kauniyahnya yang berpotensi untuk terus digali kebenarannya.

III. SOLUSI TEPAT & PRAKTIS UNTUK PENJAJAHAN INTELEKTUALITAS SECARA KOMPREHENSIF
Peradaban islam yang telah mendapati kejayaannya lebih dari 13 abad menemui kehancuran dengan ditandai dihapuskannya institusi universal sebagai pelindung aqidah umat dan kebanggaan islam yaitu daulah khilafah setelah perang dunia pertama. Bersamaan itu pula mengalir deras pemikiran dan peradaban destruktif dari Barat dan Timur yang mengarah pada memperlemah aqidah umat masuk ke negeri-negeri kaum Muslimin tanpa ada yang bisa menghalangi. Seiring itu pula penjajahan di bidang pendidikan dan pemasungan intelektualitas kaum muslimin dimulai. Berbagai cara dilakukan kafir penjajah untuk melenyapkan jejak kejayaan kaum muslimin dan peradaban islam yang agung sehingga berhasil memutus pola pendidikan islam yang terapan bagi generasi muda muslim. Fakta yang nampak saat ini, pendidikan islam yang masih ada pada lembaga pesantren nampak mandul untuk bisa menyelesaikan permasalahan umat. Ironisnya lagi, lulusan lembaga pendidikan islam tidak mampu berkarya dengan ilmunya di tengah-tengah masyarakat, malah cenderung mengikuti arus yang ada. Sedangkan arus tersebut merupakan bagian dari system kapitalis penjajah.
Tak ayal memang jika umat islam meninggalkan islam sebagai system kehidupan maka kemunduran dan kehinaan yang didapati. Sedangkan umat lain semakin meninggalkan agamanya akan mendapati kemajuan. Sehingga dunia islam dari waktu ke waktu menjumpai kegagalan untuk bangkit, keterpecah-belahan dan stagnasi ilptek. Sekalipun kaum muslimin memiliki kekayaan yang melimpang, namun kondisi mereka masih tertinggal jauh dalam pengembangan iptek. Karena akar masalahnya terletak pada konstitusi, hokum dan cara berpikir untuk membangkitkan umat yang berlaku di dunia islam masih bersifat parsial, bahkan ada yang bersifat sekuler.
Dalam kaidah manajemen, untuk mendapati solusi yang tepat, sebaiknya pelaku pengambil keputusan atas solusi yang dipilih mengidentifikasi terlebih dahulu dan memahami penyebab masalah penjajahan intelektualitas pada kaum muslimin. Terdapat beberapa penyebab masalah sebagai berikut
1. Kesalahan praktik dalam pemahaman dan penerapan islam
2. Kajian dan penguasaan bahasa Arab sebagai pintu pembuka khasanah iptek dibiarkan menurun bahkan ditinggalkan dengan sengaja.
3. Budaya dan kebiasaan untuk mampu berijtihad di kalangan kaum muslimin juga ditinggalkan
4. Penguasa negeri-negeri kaum muslimin membiarkan bahkan membuka pintu lebar-lebar invasi budaya dan politik kafir Barat.
Dari masalah yang sudah diidentifikasi dan dipahami dengan benar, maka solusi mendasar yang bisa diberikan adalah :
1. Mengembalikan kesadaran kaum muslimin untuk memahami dan menerapkan islam dengan benar
2. Menyuburkan dan mewajibkan pada diri kaum muslimin untuk mengkaji dan menguasai bahasa arab agar bisa memahami makna yang terkandung dalam Al-Qur’an, Hadits sehingga bisa menghasilkan fiqh social.
3. Membudayakan berpikir strategis dan analitis dalam bingkai hukum syara’ untuk mencegah infiltrasi dan menghancurkan budaya dan politik kafir barat.
4. Menyegerakan terwujudnya system kehidupan dengan islam sebagai ideologinya yang mensyaratkan kekuasaan atas membuat konstitusi, hokum, dan wewenang militer berada di tangan kaum muslimin.

Keempat solusi tersebut sangat efektif apabila ditunjang dengan adanya institusi Negara berupa daulah khilafah islam bermanhaj nubuwwah sebagai pelaksana utama dan bertanggung jawab untuk menjalankan solusi tersebut sehingga segera tercapai kemaslahatan umat dan kemuliaan umat bisa teraih kembali. Akan tetapi apabila belum ada institsui Negara khilafah langkah yang bisa dijalankan adalah menggugah seluruh civitas akademika di kampus baik itu dosen maupun mahasiswa sebagai penopang utama intelektualitas untuk merealisasikan keempat solusi itu bersama dengan masyarakat umum sehingga diharapkan umat sadar dan menghendaki sendiri kembalinya kemuliaan islam melalui Negara khilafah untuk mencabut dan memberantas penjajahan yang selama ini dirasakan.
Wallahu a’lam bi ash-showab
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tidak ada komentar: